Ketika pedar
embun bangunkan aku, aku terikat sejuk pagi,
Aku coba
menahan dalam derai dekapan pagi,
Saat matahari
coba mencuci wajahku, membelalakan mataku,
Dan
cahayanya menilik licik ke dalam ruangku,
Baru aku
tersadar bahwa,
Aku telah
selangkah jauh dari-Mu,
Siang, sore
aku masih bersama-Mu,
Ketika senja
bertahta, malam meraja,
Kelopakku
berat dan aku terlena detikan lembut masa dunia.
Sekali lagi,
aku menjauhkan diri selangkah dari-Mu.
Dan lagi
lagi aku tersadar saat semuanya berangsur angsur pudar.
Dan
tragisnya aku tidak bisa mencegah yang seperti itu,
Kalau Dia
tidak menyayangi aku,
Pastilah aku
sudah dapat taguran dan mungkin orang tuaku diberi peringatan.
Yang itu
tidak pernah bisa aku jangkau dalam otakku.
Subhanalloh,
wal hamdulillah, wala illaha ilalloh, Allohu akbar..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar