"Kamu makan apa hari ini?"
Kalimat sederhana yang terkadang sangat mengganggu jam makanku. Iyah, tidak sengaja aku mengingatmu lagi. Eh, entahlah. Aku juga tidak mengerti, entah aku sengaja atau tidak untuk mengingatnya. Aku sudah cukup muak karena kerinduanku yang terkadang melebihi keinginanku.
Pernah kah kamu berpikiran sama seperti yang aku pikirkan? haaahh, dasar wanita dungu ! Aku tidak tau entah apa lagi yang bisa menyadarkanku agar tidak terus tertidur. Di atas bara cinta yang membakarku sendiri. Aku terkadang tidak suka terhadap takdir. Dia berulang kali memaksaku untuk memaksa hatiku membuang keinginanku. Aku dipaksa kehilanganmu, aku dipaksa melupakanmu, aku dipaksa menerima semua dengan lapang dada, aku dipaksa berhenti menangisimu, aku dipaksa tenang melawan gemuruh rasa takut dan jeraku.
"Apa saja yang dengan sengaja ingin kamu lupakan dari aku?"
Haaah, sekali lagi aku dungu. Saat aku tersadar, aku kembali bertanya. Sekarang, Siapa yang sengaja melupakan? aku atau dia? bukankah dia tdk pernah merasa terpaksa untuk melupakan aku? jadi, tanpa sengaja dia melupakan aku, dia bisa melupakan aku. Sedangkan aku? selalu berusaha melupakannya. Berarti aku kan yang sengaja melupakannya?
Aku jadi bingung. Kenapa aku menjadi sedungu ini tanpamu? Bukankah dulu, sebelum mengenalmu, aku juga bisa bersahabat dengan bahagia? Mengapa aku susah sekali menemukan diriku yang dulu? sebelum aku menjadi dungu? Seperti ini?
"Kehidupan tidak melulu soal cinta dan patah hati. Ada hal lain yang juga perlu dipikirkan, Soal mimpi dan bahagia"
Aku banyak bermimpi tentang aku dan dia. Mungkin karena itu, aku jadi merasa sangat terluka. Merasa dia tidak bersedia mewujudkan mimpi-mimpi itu bersama. Aku tidak pernah berpikir bahwa suatu saat nanti, akan ada saatnya kita tidak berselimut cinta, saat aku dan dia menjelma sebagai orang lain. Dan memang harus menebalkan jarak.
Tapi, aku masih dungu...!
Kamu, dengarkan aku,,
Aku tidak ingin apa-apa...Hanya ingin menikmati kedunguanku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar