Sejak kalian menjadi api,
aku sudah terlebih dahulu bersiap menjadi bara.
dan dia membakarku.
Tawanya merdeka,
bahkan saat aku mulai hangus.
Dan kini, aku mengabu.
Saat kalian berdua berkobar membakarku,
sampai aku tidak mengenali diriku,
siapa aku, yang mana aku?
Aku sudah jadi abu.
Apa kalian masih ingin membakarku?
Apakah dengan mempermainkan api kepadaku
adalah sebuah lelucon bagimu*?
*untuk manusia berapi itu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar