Tak pernah aku bermaksud, mengusikmu,
mengganggu setiap ketentraman hidupmu,
hanya tak mudah bagiku, lupakanmu,,
dan pergi menjauh.. pergi menjauh...
Matahariku, maafkan aku tidak bisa menjadi bintang yang bersinar sendiri. Maafkan aku yang lupa bagaimana cara untuk melupakanmu. Maafkan aku yang selalu mengikatmu dalam ingatanku. Aku tidak mau kamu menghilang sedikitpun dari pengawasanku.
Aku siapa? Kamu tidak lagi bersuara. Tidak lagi tersenyum atau tertawa. Langkahmu, bicaramu, lakumu,, sudah tidak pernah kutemui. Aku siapa? Tanpamu, aku tidak berarti apa-apa.
Di mana jeritanmu? Kalau aku lupa pada orbitku, kalau aku seenaknya berjalan. Kenapa kamu diam-diam membiarkan jagat raya berserakan karenaku? Tidak ada yang menahanku.
Membuka mata, adalah saatku memulai hari-hariku. Dan saatnya aku mulai memikirkanmu. Setiap detik, aku hampir selalu melihat bayanganmu kesana kemari. Seolah dunia hanya berisi kamu, matahariku. Seolah tidak ada kata-kata lain selain kamu, matahariku.
Menutup mata saat terlelap, adalah saatnya aku untuk memimpikanmu. Hampir setiap malam kamu menemuiku. Dan kamu menjadi milikku. Menuntunku. Mengingatkanku. Menemaniku. Ahh, kamu bagaikan dewa yang selalu melakukan apapun dengan benar bagiku. Aku tidak ingin terbangun, karena aku tidak yakin menjalani hidupku tanpamu.
Tuhan, adakah hal lebih menarik yang lain? yang lebih mungkin untuk aku pikirkan? Yang lebih cocok untuk mengganggu hari-hariku? Selain mengharapkan matahari yang padam? Karena aku tidak mau berlebihan mengaguminya ya Tuhan..
Lead me, Alloh.. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar